Latar Belakang
Banyak instansi pemerintah masih memiliki aplikasi yang berjalan secara terpisah sehingga menyebabkan duplikasi data dan proses bisnis. Arsitektur SPBE menjadi acuan dalam mengintegrasikan aplikasi, data, infrastruktur, dan layanan digital.
Tahapan Implementasi
- Identifikasi proses bisnis.
- Inventarisasi aplikasi yang telah digunakan.
- Pemetaan data dan layanan.
- Penyusunan target arsitektur.
- Penyusunan roadmap implementasi.
- Monitoring dan evaluasi secara berkala.
Manfaat
- Mengurangi pembangunan aplikasi yang tumpang tindih.
- Meningkatkan interoperabilitas antar sistem.
- Mempermudah pertukaran data.
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.